ICW Vs Ustadz Abdul Somad Tentang Masalah Menyogok Syariah

Baru baru ini isu mengenai ustadz Abdul Somad yang menghalalkan menyogok dan mendapatkan kritikan keras dari ICW ramai dibicarakan orang.

Dimana menurut ICW yang dilansir dari Media Indonesia mengatakan bahwa, “Pandangan seperti itu sangat keliru. Uang yang dibayarkan dalam bentuk apa pun, dalam kondisi apa pun untuk bisa diterima dalam satu institusi meraih posisi tertentu, tetap haram dan itu termasuk bagian dari korupsi,”

Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Apalagi sampai mencaci ustads somad padahal TIDAK DATANG saat ceramahnya, TIDAK JUGA melihat videonya secara utuh. Mari kita ulas permasalahan ini secara lengkap.

Pertama tama Mari kita tonton dulu video tentang menyogok masuk PNS oleh Ustad Abdul Somad

Sudah ditonton?

Dalam video diatas Ustadz somad ditanyai seorang PNS yang saat masuk menjadi PNS membayar sebesar 25 juta rupiah, ia bertanya bagaimana apakah haram hasil gaji yang ia miliki selama menjadi PNS? Apakah dia harus keluar dari PNS  padahal PNS satu satunya mata pencariaannya?

Saya sendiri merasa jawaban ustadz somad tidak bisa disalahkan.

Dimana menurutnya  jika sudah memenuhi syarat, maka menyogok diperbolehkan. Ikut test lulus karena memang cukup syarat tapi karena orang yang mempunyai kekuasaan memaksa untuk membayar/menyogok maka hal itu terpaksa harus dilakukan. Karena itu memang haknya, dan itu tidak termasuk menyogok.

Kita harus berpikir realitas juga dimana pada jaman dulu di negara kita tercinta ini gerakan anti korupsi belum seperti sekarang ini. Sekarang aja korupsi masih banyak apalagi jaman dulu dimana keterbukaan informasi belum seperti sekarang.

Ustadz somad sendiri sudah menanggapi pernyataan dari ICW

“Disitu (ceramah Ustad Somad) sudah saya jelaskan betul-betul,” ujarnya.

Menurutnya, orang yang memberi uang ke panitia penerimaan pegawai secara terpaksa itu mengambil haknya dan panitianya perlu ditangkap.

Penilaian saya sendiri jawaban Ustad Somad terhadap pertanyaan itu tidak salah. Karena jawabannya sudah sesuai dengan kondisi atau keadaan penanya.

Selain itu menurut kajiannya dan bahasan para ulama ulama hal yang demikian memang diperbolehkan dalam hukum Islam.

Hanya saja pernyataan Ustad Abdul Somad memang mudah dipelintir. Apalagi di tengah situasi indonesia yang panas ini, plintir sana plintir sini demi menyalahkan ustadz yang sedang populer ini.

Saya akan merasa aneh jika pada saat ditanya demikian, Ustadz Somad menjawab. Haram, semua penghasilanmu haram. Anak istrimu darahnya darah haram. Keluarlah segera dari pekerjaanmu daripada makan uang haram.

Kalau dijawab demikian kaburlah nanti yang bertanya, pindah agama.

Masalah ini tidak perlu dipermasalahkan lagi, Ustadz somad bukan menghalalkan korupsi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *